Wahai anakku tersayang...
yang oleh alam semesta belum memperoleh ijin tinggal,
yang masih dipeluk oleh Sang Hati Raksasa,
yang masih dipangku oleh keniscayaan tanpa tanya.
Sekiranya engkau mengerti bahwa...
sungguh enggan aku memaksamu tinggal
di negeri tanpa nama besar, tanpa bentuk, tanpa identitas...
Tahukah kamu...
Mereka menyediakan begitu banyak panggung
untuk pria-pria yang dengan wujud layaknya wanita,
yang dalam selusin hari dapat merusak citra segala jenis 'Bapak' dalam hidupmu.
Mereka memberikan durasi yang lebih lama
kepada para pembohong bermulut manis,
yang akan membuatmu meragukan kebenaran itu sendiri.
Mereka membayar banyak
pada
barisan tukang cela kelas wahid,
yang pasti akan melukai hati lembutmu itu.
Tahukah kamu... apa yang menunggumu?
Sejumlah hutang negeri yang bahkan tak pernah kau nikmati,
Barisan persaingan tanpa hati,
Jutaan propaganda, dan
kemanusiaan yang hampir mati.....
Apakah jelas bagimu kini?
Berapa banyak pekerjaan rumah kami?
membangun rumah yang lebih dari sekedar bangunan,
memenuhinya dengan budaya nan elegan,
menelan sebanyak mungkin karakter tanpa ampun,
mengentalkan darah perjuangan, dan
menghembuskan intisari kemerdekaan.
Meski negeri ini pun tak akan sempurna saat kau tiba,
kami tahu bahwa kami telah mempersiapkan banyak hal.
Read More..
Kamis, 14 Juni 2012
Sabtu, 17 Maret 2012
'Go International' dengan Couchsurfing
| foto diambil dari website yang bersangkutan |
Anda yang gemar travelling dan tertantang untuk bergaul dengan teman-teman dari berbagai belahan dunia pasti akan tertarik dengan cerita saya berikut ini.
Bayangkan Anda memiliki teman diberbagai belahan dunia dan punya tempat menginap gratis di setiap kota diujung bumi ini! Bukankah akan sangat menyenangkan bila di suatu kota yang sangat asing sekalipun kita memiliki seorang teman untuk menemani kita mengelilingi kota atau sekedar minum kopi bersama?
Sementara di lain hari kita berkesempatan menjadi tuan rumah dari seorang teman asal Afrika Selatan lalu menjamunya di meja makan rumah kita, atau menjadi tour guide pribadi untuk seorang asing dari Kepulauan Karibia. Semua itu mungkin jika kita bergabung dengan Couchsurfing.
Kamis, 08 Maret 2012
Menjenguk Masa Jaya Stasiun Tanjung Priok

Hari ini saya teringat dengan sebuah perjalanan yang cukup mengesankan namun belum pernah saya bagikan lewat media apapun. Suatu sore di hari libur, pada bulan-bulan terakhir saya berada di Jakarta, saya dan suami mengunjungi suatu stasiun di daerah Jakarta Utara.
Namanya Stasiun Tanjung Priok. Kami tertarik untuk mengunjungi stasiun ini karena telah mendengar keberadaannya dari beberapa cerita orang, juga karena kami begitu senang mengunjungi situs-situs sejarah, dan karena ini adalah stasiun kereta api, objek yang selalu menggugah rasa penasaran kami.
Read More..
Namanya Stasiun Tanjung Priok. Kami tertarik untuk mengunjungi stasiun ini karena telah mendengar keberadaannya dari beberapa cerita orang, juga karena kami begitu senang mengunjungi situs-situs sejarah, dan karena ini adalah stasiun kereta api, objek yang selalu menggugah rasa penasaran kami.
Rabu, 22 Februari 2012
Syair Rutin Rumah Sawah
Terjaga oleh fajar tengah hari....
Terbangun oleh sejuknya air jernih tanpa kaporit..
Tergugah oleh aroma nasi siap tanak...
Termotivasi oleh wangi teh tubruk...
Terpacu oleh teriknya siang, tersadar akan kerentaan bumi..
Teredam oleh semilir rangkaian angin...
Tersentuh dan bersenandung untuk petikan 'si belahan jiwa'...
Terbuai oleh barisan notasi 'Aditia Sofyan'..
Tersentak dan bersaksi atas bertambahnya bulir dilahan petak itu...
Terkesima oleh lelahnya petang dalam aplikasi 'yellow sunset'
Terhibur oleh paduan suara jangkrik dan katak...
Terlelap oleh suara rintik hujan yang menghentak genting...
Sejumlah hari di rumah sawah...
Bagai mimpi yang telah terbiasa menjadi nyata...
Kadang terlewat begitu saja..
Kadang tak ingin cepat berlalu...
Read More..
Rabu, 15 Februari 2012
Catatan di Bulan Cinta
Bulan Februari pun datang, bulan yang terkenal dengan Valentine's Day atau hari kasih sayang. Saya tidak kenal siapa St Valentino. Tapi saya kenal yang namanya kasih sayang. Bahkan rasanya saya mengenal dengan baik kasih sayang itu.
Saya tidak merasa harus mempersiapkan apa-apa untuk hari kasih sayang ini, sebab saya dan suami merayakan kasih sayang setiap hari. Saya hanya perlu mempersiapkan diri untuk menikmati logo hati teraplikasi dalam coklat, bantal, boneka, cake atau apapun yang tersebar rata di dunia ini. Dapat dikatakan, bulan ini kita akan melihat logo hati dimana-mana.
Read More..
Saya tidak merasa harus mempersiapkan apa-apa untuk hari kasih sayang ini, sebab saya dan suami merayakan kasih sayang setiap hari. Saya hanya perlu mempersiapkan diri untuk menikmati logo hati teraplikasi dalam coklat, bantal, boneka, cake atau apapun yang tersebar rata di dunia ini. Dapat dikatakan, bulan ini kita akan melihat logo hati dimana-mana.
Jumat, 13 Januari 2012
Ronggeng Dukuh Paruk; Sebuah Resensi Pribadi
Apakah kalimat ini terdengar tak asing bagi anda? Tentu saja. Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel yang menginspirasi sebuah film berjudul 'Sang Penari' yang baru-baru ini menjadi buah bibir dan menuai banyak penghargaan di salah satu ajang apresiasi film nasional. Pemeran utama wanitanya (Prisia Nasution) juga ikut-ikutan menuai banyak pujian akibat peran 'ronggeng' nya di film ini. Walaupun sangat disayangkan pujian itu hanya bertahan beberapa minggu karena ternyata masyarakat lebih tertarik membahas kasus perceraiannya.
Jika anda sudah 'dong' mengenai buku yang saya maksud, maka saya akan memperlengkapinya dengan dua buah gambar cover buku tersebut (sebelum dan sesudah film dirilis) di bawah ini;

Jika anda sudah 'dong' mengenai buku yang saya maksud, maka saya akan memperlengkapinya dengan dua buah gambar cover buku tersebut (sebelum dan sesudah film dirilis) di bawah ini;

Anda yang sering ke toko buku pasti mengetahui kedua buku yang hanya berbeda gambar sampul ini, karena saat ini buku ini ada dalam susunan buku-buku 'rekomendasi' pada toko-toko buku terkemuka di Indonesia. Percayalah bahwa hal ini tidak terjadi sebelum filmnya dirilis. Buku ini hanyalah bagian kecil dari deretan novel-novel lokal, pada bagian 'rak' yang tidak strategis. Ia bergabung dengan kisah-kisah pewayangan dan literatur lokal yang tak banyak dilirik orang. Bukankah hal ini wajar terjadi di tanah air kita ini? Masyarakat yang telah terbiasa menjadi Thomas yang 'tidak percaya sebelum melihat'.
Selasa, 08 November 2011
They Were Never Gave Me A Farewell
cerita foto : Sukabumi, 11 September 2011
Kiri ke kanan : Reza, Ael, Danan, Ira, saya, Christine, Arman, Adi, Dimas
Sudah lebih dari sebulan berlalu, tapi saya tak pernah kehilangan semangat untuk mengabadikan ini dalam sebuah tulisan.
Saya tak akan menemukan cerita ini jika saja saya tidak pernah memutuskan untuk hijrah ke Jogja mengikuti suami yang sudah terlebih dahulu pindah. Kenyataannya saya telah memutuskan hal tersebut, berbulan-bulan sebelumnya. Dan waktu yang tak dapat dihindari pun datang, waktu untuk mengeksekusi keputusan tersebut.
Dua puluh dua Agustus 2011 saya menyampaikan pengunduran diri saya kepada atasan saya, dan Dua puluh enam September berikutnya dapat dikatakan hari terakhir saya berada di kantor terakhir yang telah menjadikan saya seorang pekerja. Dari sanalah kemudian saya akan merintis karir selanjutnya yang bukan sebagai seorang pekerja. Apapun yang akan saya lakukan setelah 'resign', 'hari terakhir' ini tetaplah harus saya hadapi. Dapat dikatakan bahwa ini bukanlah perkara mudah bagi saya, mengingat orang-orang yang akan saya tinggalkan. Saya mengkategorikan mereka sebagai 'teman-teman' dan untuk sementara anda mungkin tidak dapat mengukur kedalaman hubungan itu bagi saya, sampai anda selesai membaca tulisan ini.
Senin, 31 Oktober 2011
Selamat Datang Hujan
Ketika saya membuka-buka catatan harian kembali, saya temukan catatan ini saya buat untuk menandai datangnya musim hujan tahun lalu. Kini musim hujan telah datang kembali dan rasanya adalah waktu yang tepat untuk merilis tulisan ini;
---
Waktu bergerak, kisah-kisah bergulir,
usia bertambah, manusia datang dan pergi,
karakter bertambah dan semakin berwarna..
tapi HUJAN tetaplah mempesona.
Sejuknya adalah karakter yang tak berubah menjadi hangat,
meski bumi semakin tercemar.
Curahnya tak kurang dan tak lebih,
tak pula bergantung pada populasi manusia dibawahnya.
Ia tetap beraksi dengan atau tanpa manusia menikmatinya.
Jernihnya tak menjadi tua dan kusam,
tahun ini maupun ratusan tahun yang lalu.
Tak ayal, ia mewarnai kisah-kisah indah manusia
dengan sikap anggun nan misterius.
Mereka memandangnya sebagai berkah atau musibah,
bukan karena kehadirannya.
Melainkan karena kisah-kisah mereka sendiri.
Lantas... Ia seringkali bekerjasama dengan waktu..
untuk menandai kisah-kisah manusia.
Apapun akibat kehadirannya...
Hujan tak pernah gagal untuk tampil mempesona.
---
original text was made on
12 october 2010 Read More..
---
Waktu bergerak, kisah-kisah bergulir,
usia bertambah, manusia datang dan pergi,
karakter bertambah dan semakin berwarna..
tapi HUJAN tetaplah mempesona.
Sejuknya adalah karakter yang tak berubah menjadi hangat,
meski bumi semakin tercemar.
Curahnya tak kurang dan tak lebih,
tak pula bergantung pada populasi manusia dibawahnya.
Ia tetap beraksi dengan atau tanpa manusia menikmatinya.
Jernihnya tak menjadi tua dan kusam,
tahun ini maupun ratusan tahun yang lalu.
Tak ayal, ia mewarnai kisah-kisah indah manusia
dengan sikap anggun nan misterius.
Mereka memandangnya sebagai berkah atau musibah,
bukan karena kehadirannya.
Melainkan karena kisah-kisah mereka sendiri.
Lantas... Ia seringkali bekerjasama dengan waktu..
untuk menandai kisah-kisah manusia.
Apapun akibat kehadirannya...
Hujan tak pernah gagal untuk tampil mempesona.
---
original text was made on
12 october 2010 Read More..
Jumat, 28 Oktober 2011
Menanti Romantisnya Senja Taman Suropati

Setelah hampir dua tahun, akhirnya saya berkesempatan untuk mengunjungi taman ini lagi. Saya sungguh takjub mendapati Taman Suropati sekarang. Bukan hanya secara fisik telah menjadi lebih cantik, namun saya mendapati sebuah taman yang tak hanya 'hidup' dan 'bernyawa', tetapi juga begitu bergairah dan berwarna. Setiap sudutnya memiliki cerita dan fungsi tersendiri yang begitu mendorong saya untuk membahasnya hari ini. Setelah anda membaca tulisan ini dan ingin merasakan apa yang saya rasakan pada sore itu lakukanlah seperti yang saya lakukan. Datanglah pada hari minggu sore karena segala aktifitas puncak Taman Suropati terjadi pada hari minggu sore. Maka hari itu anda akan merasa telah berlibur keluar dari kota Jakarta sejenak.
Selasa, 03 Mei 2011
Mr Someone atau Bapak Seseorang
Pagi ini adalah pagi yang biasa di kantor saya jika saja tidak terselip sebuah cerita pendek yang saya suka menceritakannya sebesar kesukaan saya pada nilai yang dikandungnya.
Berawal ketika saya menghampiri atasan saya (yang adalah seorang expatriat) untuk menyerahkan dokumen. Saat itu atasan saya sedang menuju ruang meeting. Setelah saya menyerahkan dokumen yang dimaksud, beliau mengucapkan terima kasih lalu mampir keruangan dibelakang kami untuk menyapa seorang expatriate lainnya yang juga adalah atasan kami dan menyapa beliau seperti ini;
Read More..
Berawal ketika saya menghampiri atasan saya (yang adalah seorang expatriat) untuk menyerahkan dokumen. Saat itu atasan saya sedang menuju ruang meeting. Setelah saya menyerahkan dokumen yang dimaksud, beliau mengucapkan terima kasih lalu mampir keruangan dibelakang kami untuk menyapa seorang expatriate lainnya yang juga adalah atasan kami dan menyapa beliau seperti ini;
Langganan:
Postingan (Atom)